Ada ‘Polisi Swasta’ Atur Lalin Bukittinggi-Padang Via Malalak, Berikut Tanggapan Satlantas Polresta Bukittinggi

Headline, Peristiwa1410 Views

Agam – Meskipun dinilai agak sedikit lancar pasca pembatasan jenis kendaraan, perkembangan arus lalulintas antar kota Bukittinggi – Padang via Malalak masih menyisakan permasalahan.

Berdasarkan laporan masyarakat melalui redaksi detaksumbar.com, selain jalan yang sempit, banyaknya lubang di bahu bahkan ditengah jalan, situasi di jalan lintas tersebut ditambah dengan adanya ‘polisi swasta’ atau sejumlah pemuda yang ingin membantu mengatur arus lalu lintas dari arah jalan Padang Luar, Pakan Sinayan, Koto Tuo hingga menuju persimpangan Balingka.

Sehingga, keberadaan sejumlah pemuda yang niatnya membantu untuk memperlancar arus lalulintas justru menambah kemacetan arus lalulintas kendaraan.

Menyikapi hal itu, Kepala Unit (Kanit) Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Polresta Bukittinggi, Ipda. Romi Edwar, pada Rabu siang, (10/07), mengatakan bahwa sejak adanya pembatasan jenis kendaraan berat melewati jalur Malalak, arus lalulintas agak sedikit lancar dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga  Sadarkah Generasi Muda, Ada Konspirasi Asing Memecah dan Melemahkan Indonesia?

Sejak jalan lintas Bukittinggi-Padang melalui Lembah Anai diperbaiki akibat bencana alam, jalur lintas Bukittinggi-Padang ataupun sebaliknya melalui Nagari Malalak menjadi jalan utama, sehingga kemacetan arus lalulintas dijalan tersebut semakin sulit dihindari.

“Memang masih banyak lubang di jalan tersebut atau jalan rusak, baik ditepi dan ditengah jalan. Untuk itu, kami dari Satlantas Polresta Bukittinggi sudah menempatkan sejumlah personil di sekitar jalan yang mengakibatkan kemacetan, terutama dari Simpang Padang Luar, di Pakan Sinayan, Galudua, Kelok Sikabu, termasuk dekat pengisian air isi ulang menuju persimpangan Balingka,” jelasnya.

Foto: Kemacetan arus lalin di seputaran jalan Bukittinggi-Padang via Malalak.

Lanjut Romi, alhamdulillah agak sedikit lancar arus lalulintas antar kota Bukittinggi – Padang via Malalak pasca pembatasan jenis kendaraan terutama kendaraan berat jenis roda sumbu 3.

Baca Juga  Kejari Bukittinggi: Beberapa Dugaan Perkara Pidsus di Bukittinggi Masih Proses

“Memang kita mengetahui ada sejumlah masyarakat yang membantu untuk memperlancar arus lalulintas disana. Tapi justru malah membuat antrian arus lalulintas kendaraan,” kata Romi.

Tambah Romi, mereka sudah kami himbau agar tidak melakukan pengaturan arus lalulintas kendaraan disana. Karena apa, meskipun jalannya sempit, para pengguna kendaraan masih bisa melakukan perjalanan dengan kecepatan yang lambat meskipun jalannya sempit.

Lanjut Romi, kalaupun ingin membantu harus diupayakan tidak menambah kemacetan. Sudah kita sampaikan seperti itu kepada mereka.

“Tetapi memang tidak bisa di pungkiri, akibat jalan sempit, banyaknya lubang disepanjang jalan itu, beberapa kendaraan berat seperti truk pengakut barang ragu-ragu untuk melintas. Mungkin takut terperosok kedalam lubang, karena sudah ada kendaraan yang terperosok sehingga niat para pemuda disana untuk membantu melancarkan arus kendaraan banyak,” ungkapnya.

Baca Juga  Polisi Bongkar Makam Iwan Eks Calon Siswa TNI AL

Namun demikian, kata Romi, kita juga sudah mengimbau kepada pemuda disana agar tidak meminta imbalan atau bahkan memaksa meminta imbalan kepada pengguna kendaraan.

“Seperti yang berada disekitar 100 meter didekat Polsek IV Koto, kalau dari arah Padang Luar menuju simpang Balingka, termasuk di persimpangan Galudua, ada beberapa pemuda yang mengatur arus lalulintas disana. Kami sampaikan, kalaupun seandainya dikasih, ya alhamdulillah mungkin itu rezeki mereka, tetapi tidak boleh memaksa,” ungkapnya. (*)

Comment