Kasus Narkotika, Pencabulan Meningkat di Wilayah Hukum Polresta Bukittinggi

Headline, Hukum1296 Views

Bukittinggi – Kasus tindak pidana narkotika, pencabulan, pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya di sekitar wilayah hukum Polresta Bukittinggi.

Selain kasus tersebut, kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor juga menjadi kasus yang menonjol dalam kurun waktu bulan Januari hingga Juni 2024.

Hal tersebut disampaikan Kapolresta Bukittinggi, Kombespol Yessy Kurniati, didampingi Wakapolresta Bukittinggi AKBP. Apri Wibowo, dan dihadapan jajaran Kapolsek, Kasat, Kasi dan Kabag, serta wartawan pada Sabtu, (29/06), saat konferensi pers pengungkapan kasus Polresta Bukittinggi dalam kurun waktu Januari – Juni 2024.

Adapun kasus narkotika yang menonjol di bulan Januari hingga Juni 2024, Kapolresta Bukittinggi, Kombespol Yessy Kurniati mengatakan kasus narkotika dan pencabulan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya di wilayah hukum Polresta Bukittinggi.

Baca Juga  Partai Golkar Qurban 10 Ekor Sapi dan 1 Ekor Kambing

“38 laporan polisi dengan 54 orang tersangka dalam kasus narkotika. Adapun barang bukti diantaranya narkotika jenis ganja sebanyak 15,686,18 gram (15,6 kg lebih) dan sabu-sabu sebanyak 76,15 gram,” kata Yessy.

Lanjut Yessy, sepertinya ada peningkatan kalau dilihat dari jumlah angka namun untuk lebih jelas pembandingnya nanti di bulan Desember pada Semester II 2024 yang akan kita sampai lagi untuk pembanding tahun sebelumnya.

“Kemudian untuk kasus lain yang cukup mengalami peningkatan diantaranya kasus pencabulan, pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak, pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor dengan jumlah sebanyak 8 kasus,” terang Yessy.

Lanjut Yessy, untuk menekan peningkatan kasus-kasus tersebut, sebenarnya kita sudah mengerahkan babinkamtibmas di beberapa wilayah hukum Polresta Bukittinggi dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menghindari apapun tindakan atau perbuatan yang mengarah kepada tindak pidana.

Baca Juga  Sekda Pemko Bukittinggi: Tidak Ada Lagi Urusannya dengan UFDK, Sertipikat Aset Pemko Dasarnya AJB Masih Sah

“Biasanya pelaku pencabulan atau pelecehan seksual itu orang-orang terdekat dengan korban. Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama-sama,” jelas Kapolresta Bukittinggi.

Terkait dengan peningkatan kasus narkotika, ini cukup menyulitkan bagi kami untuk mengungkap kasus tersebut. Karena kota Bukittinggi menjadi jalur kota perlintasan oleh para pengedar narkoba.

“Makanya kita kerjasama dengan Badan Narkotika Provinsi, Ditreskrim Narkoba Polda Sumatera Barat untuk mencegah para pengedar memasok ke Bukittinggi. Cukup sulit bagi kami untuk mendeteksi mereka. Adapun jalur perlintasan bagi para pengedar dalam menjalankan aksinya mulai dari Pekanbaru, Payakumbuh menuju Bukittinggi begitu juga dari Sumatera Utara melalui Pasaman ke Lubuk Basung atau ke Palupuah menuju kota Bukittinggi,” ungkapnya.

Baca Juga  Ada 'Polisi Swasta' Atur Lalin Bukittinggi-Padang Via Malalak, Berikut Tanggapan Satlantas Polresta Bukittinggi

“Hingga saat inipun kami masih terus menyelediki, mana tau ada tempat-tempat penyimpanan narkoba di kota Bukittinggi. Baik yang datang dari Aceh, Medan, Pekanbaru, lalu disimpan di Bukittinggi kemudian di edarkan ke Padang atau sebaliknya,” jelas Kapolresta Bukittinggi. (*)

Comment