Akankah Zainal Abidin Dampingi Marfendi Sebagai Cawawako Bukittinggi?

Opini1420 Views

Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada), sepertinya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bukittinggi sudah menunjukkan sinyal keseriusan kepada masyarakat tentang Bakal Calon Walikota Bukittinggi dalam kancah pesta demokrasi mendatang. Hal ini terbukti dengan banyaknya jumlah baliho besar Marfendi Dt. Basa Balimo sebagai Bakal Calon Walikota Bukittinggi, terpasang di beberapa titik jalan utama seputaran kota Bukittinggi.

Keseriusan itu diperkuat dengan pernyataan Ketua DPD PKS Bukittinggi, Ibnu Asis, pada Senin lalu, (20/05), bahwa sudah ada instruksi dari partai kepada kader yang memiliki potensi untuk melakukan sosialisasi/branding dalam bentuk yang positif, kreatif dan konstruktif.

PKS Bukittinggi merupakan partai politik peraih suara terbanyak dalam pemilu legislatif lalu, artinya PKS bisa menentukan sendiri bakal pasangan calon (bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi di periode berikutnya. Meskipun demikian, sinyal keseriusan ini tidak menutup kemungkinan ada perubahan menjelang penetapan bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Artinya masih banyak waktu bagi PKS sendiri maupun dengan partai politik koalisi untuk memilah atau memilih bapaslon yang sesuai dengan kehendak masyarakat Bukittinggi.

Baca Juga  LuHaK FH UM-Sumbar bersama KMSN Antisipasi Pelanggaran Kecurangan Pemilu 2024

Sebelumnya, PKS Bukittinggi pernah menyatakan sikap bahwa tetap membuka diri untuk berkoalisi dengan partai politik lain dan berkolaborasi dengan tokoh masyarakat. Seperti yang pernah disampaikan juga oleh Ketua DPD PKS kota Bukittinggi, Ibnu Asis bahwa PKS melihat situasi, kondisi dan potensi berdasarkan hasil survei. Secara prinsip, PKS meyakini bahwa membangun Bukittinggi mesti berkolaborasi dan bekerjasama dengan banyak pihak, termasuk partai politik dan para tokoh masyarakat.

Atas dasar sikap yang demikian, redaksi detaksumbar.com mencoba mengulas data, fakta yang ada dilapangan, bahwa secara langsung atau tidak langsung PKS dinilai berhasil membuka tanda tanya atau penasaran masyarakat untuk suatu jawaban. Salah satu tanda tanya tersebut berkisar tentang siapa yang akan berpasangan dengan Marfendi, Bakal Calon Wakil Walikota Bukittinggi dari PKS?

Baca Juga  El Clasico Pilkada Bukittinggi Antara Fiksi dan Realitas

Meskipun hal ini menjadi bagian dari upaya pembentukan opini publik terhadap masyarakat kota Bukittinggi. Setidaknya baliho tersebut sudah menjadi cukup bukti yang signifikan terkait penasaran masyarakat tentang siapa yang akan berpasangan dengan Marfendi?

Lebih lanjut redaksi media detaksumbar.com mengulas dan menganalisa beberapa kandidat Bakal Calon Wakil Walikota Bukittinggi yang sekiranya bisa berpasangan dengan Marfendi.

Salah satunya adalah Drs. Zainal Abidin, MM yang saat ini berprofesi sebagai Praktisi Pendidikan serta Pembina Yayasan salah satu Perguruan Tinggi Swasta, Universitas Fort de Kock Bukittinggi. Meskipun desas desusnya Drs. Zainal Abidin, MM diusulkan
sebagai Bakal Calon Wakil Walikota Bukittinggi yang bisa berpasangan dengan Marfendi, namun belum menjadi keputusan partai politik atau gabungan partai politik.

Baca Juga  Isu Netralitas ASN Bukittinggi Paling Santer Jadi Sorotan di Masa Pemilu 2024

Secara personal dan profesional, kekerabatan antara Zainal Abidin dengan Marfendi sangat bagus. Selain itu mereka juga memiliki kesamaan visi misi dalam membangun dunia pendidikan yang lebih baik, melalui jalur politik. Begitu juga berkat tangan dingin Zainal Abidin, tergambar ribuan jumlah mahasiswa serta pesatnya perkembangan Universitas Fort de Kock Bukittinggi yang saat ini memiliki banyak program studi setelah bermigrasi dari Stikes Fort De Kock.

Mudah-mudahan hal ini bisa menjadi bahan penawar tanya atau ‘obat’ penasaran masyarakat tentang siapa yang cocok menjadi Bakal Calon Wakil Walikota Bukittinggi bersama Buya Marfendi ke-depan. Sehingga, siapapun kandidat wakilnya, tidak hanya menjadi sekedar isapan jempol belaka, termasuk Drs. Zainal Abidin, MM. (redaksi)

Comment