Sadarkah Generasi Muda, Ada Konspirasi Asing Memecah dan Melemahkan Indonesia?

Peristiwa53 Views

Bukittinggi, – Indonesia adalah negara yang memiliki dengan berbagai macam suku, adat istiadat, bahasa, agama serta kekayaan alam yang berlimpah. Hal inilah yang menjadi dasar negara asing untuk menguasai dan melemahkan dengan cara berbeda.

Mereka (negara asing) tidak akan bisa menguasai secara Militer tetapi mereka menguasai dengan cara mempengaruhi orang-orang (asli Indonesia) yang memiliki kewenangan dengan membuat suatu kebijakan-kebijakan sehingga mempermudah keinginan mereka.

Hal ini disampaikan Mayjen TNI (Purn.) Mochamad Fuad Basya, mantan Perwira Tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer tahun 1981, dalam Kuliah Umum tentang Ketahanan Nasional dihadapan Mahasiswa Universitas Fort de Kock Bukittinggi, pada Rabu, (10/02).

Berbicara tentang Ketahanan Nasional, generasi muda harus memahami bahwa ada konspirasi negara asing untuk menguasai dan melemah Negara Republik Indonesia dengan berbagai cara.

“Caranya bagaimana, ya duduk-kan orang-orang yang dibutuhkan di posisi strategis, mempengaruhi orang-orang disana-disini, kasih uang orang-orang ini sehingga orang-orang ini duduk, begitu,” ujarnya.

Baca Juga  Rocky Gerung: Kenapa Bukittinggi Berhenti Untuk Berpikir Kritis?

Artinya, salah satu kebijakan-kebijakan yang timbul pada hari ini tidak lepas dari pengaruh atau konspirasi negara asing yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia.

Pengertian Ketahanan Nasional secara umum adalah keuletan dan daya tahan kita dalam menghadapi segala ancaman, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung yang membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia.

Usai acara Kuliah Umum tentang Ketahanan Nasional, mantan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI pada tahun 2015 ini menambahkan bahwa banyak aspek yang harus diketahui oleh generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.

Menurutnya, untuk menjadi seorang Pemimpin itu tidak gampang, harus pakai hati nurani maka adek-adek mahasiswa itu disiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan.

Baca Juga  Bukittinggi Punya 3 Masalah Inti, Defi Endri: Masalah Parkir, Air bersih dan Sampah

Lanjut Fuad, seorang pemimpin hadir ditengah masyarakat bukan untuk mencari uang atau kekayaan, mencari makan, mencari kehidupan, tidak seperti itu.

“Tapi tugas seorang pemimpin itu adalah pengabdian, memberikan kehidupan kepada masyarakat agar sejahtera,” tegasnya.

Lebih dekatnya lagi, tambah Fuad, saya ingin berbicara keprihatinan tentang keadaan di kota Bukittinggi akhir-akhir ini.

“Saya pernah membaca berita, apa istilahnya itu ya, ada anak pernah tiduri ibu nya, oh ya inses,” kata Fuad.

Tambahnya, diperkirakan ada anak melakukan ‘itu’ dengan ibunya, kira-kira seperti itulah. Kemudian Walikota Bukittinggi mengumumkan hal itu disalah satu pertemuan tertentu, kan gitu ya.

“Saya kaget pada saat itu, kenapa walikota yang ngomong itu. Menyampaikan hal itu yang ga boleh, sebenarnya bukan begitu caranya. Kalau-pun itu benar, sebagai seorang Pemimpin Daerah tugas beliau itu mencari kebenaran itu dulu, jika setelah dicari itu benar, bukan itu untuk di ekspos,” pungkasnya.

Baca Juga  Imigrasi Agam Harap Kerjasama Insan Pers Sikapi Perkembangan Isu

“Itu bukan untuk di ekspos, kalau hal itu terjadi pada saya. Contoh, saya komandannya, itu aib saya, tidak untuk di ekspos. Bagaimana caranya saya menutupi lalu memperbaiki supaya masyarakat bisa tenang, kan gitu ya,” lanjut Fuad.

Sebenarnya, lanjut Fuad, banyak aspek yang harus diketahui oleh generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa, salah satunya adalah Ketahanan Nasional yang aktual. Jadi Pemimpin itu gak gampang, pemimpin itu harus mengamankan institusinya, memajukan institusinya, memback-up institusinya.

“Makanya, saya tekankan kepada adek-adek mahasiswa itu, apapun rencana kalian bekerja didalam suatu institusi manapun, baik pemerintah atau swasta, motivasinya bukan cari uang, cari makan. Tapi motivasi-nya itu pengabdian,” tegasnya. (*)

Comment