Rocky Gerung: Kenapa Bukittinggi Berhenti Untuk Berpikir Kritis?

Peristiwa107 Views

Bukittinggi – Dalam rangka memberikan gagasan kebangsaan, Rocky Gerung yang dikenal ‘No Rocky No Party’ menunaikan niatnya hadir di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM-Sumbar), Kota Bukittinggi, pada Senin, (29/04).

Kehadiran beliau disambut dengan tari gelombang di kampus UM-Sumbar yang juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat adat kurai, anggota DPRD kota Bukittinggi, sejumlah dosen UM-Sumbar, mahasiswa dan masyarakat.

Dalam agenda dialog kebangsaan, Rocky yang dikenal dengan pemikiran akal sehat, dirinya memaparkan tentang beberapa hal diantaranya terkait dengan kekacauan berpikir tentang hukum.

Dalam kesempatan tersebut, Rocky menyebut nama Hans Kelsen. Hans Kelsen adalah seorang ahli hukum dan filsuf dari Austria yang belajar dari Immanuel Kant.

Baca Juga  KPU Bukittinggi: Pertanyaan Bawaslu Itu Bukan Komplain

“Bayangkan jika orang mempelajari hukum tapi tidak mempelajari genealogi prinsip-prinsip hukum, ya dungu. Padahal Hans Kelsen murid dari Immanuel Kant pernah menulis buku The Critique of Pure Reason atau Kritik atas Nalar Murni,” ujar Rocky.

Buku tersebut adalah salah satu karya Immanuel Kant yang dinilai sebagai salah satu yang paling berpengaruh di sejarah kefilsafatan dan menandai titik awal kelahiran filsafat modern.

Lalu dirinya juga mengatakan, bangga bisa hadir di UM Sumbar, karena di 167 Kampus Muhammadiyah melahirkan orang cerdas yang berakal sehat. Fasilitas yang disediakan oleh Muhammadiyah luar biasa di seluruh Indonesia.

“Muhammadiyah ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui sekolah dan universitas,” ucapnya.

Baca Juga  HTT Bukittinggi Prihatin dan Peduli Korban Bencana Lahar Dingin Gunung Marapi

Selain itu, kata Rocky, di kota ini lahir para pemikir-pemikir kritis bangsa seperti Buya Hamka, Bung Hatta, Sutan Syahrir, M. Natsir, Tan Malaka.

“Lalu apa yang menyebabkan kita gagal berpikir kritis, kenapa kota ini sekarang berhenti untuk berpikir kritis,” tanya Rocky? (*)

Comment