Tim Relawan Forgana Ikut Gabung Bersama Relawan Lain di Lokasi Bencana Nagari Bukik Batabuah Agam

Peristiwa99 Views

Bukittinggi – Banjir bandang dan lahar dingin yang melanda di beberapa titik di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, pada Sabtu malam kemarin telah merusak sebagian besar rumah warga, rumah ibadah, sekolah, lahan pertanian, peternakan, fasilitas umum dan bahkan menelan korban jiwa.

Atas peristiwa tersebut, 17 orang Tim Relawan dari Forgana (Fort de Kock Tanggap Bencana) dari Universitas Fort de Kock (UFDK) Bukittinggi, ikut andil bersama para tim relawan lain pada hari Minggu Siang, (12/05) di Nagari Bukik Batambuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam.

Menurut Kepala Bidang Kemahasiswaan UFDK Bukittinggi, Rachmad Syukri, bahwa setelah melaksanakan apel di Kampus kami telah bergabung bersama tim relawan lain di Posko Relawan Nagari Bukik Batambuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam.

Baca Juga  No Rocky No Party Akan Hadir di Kota Bukittinggi

“Jumlah relawan yang turun dalam trip 1 ini sebanyak 17 orang. Adapun bantuan yang akan diberikan diantaranya adalah bantuan terhadap kondisi warga terdampak bencana terutama evakuasi korban jika masih ada, lalu bantuan pelayanan kesehatan,” ujar Rachmad.

Selain itu, tim kita juga membawa beberapa perlengkapan peralatan untuk evakuasi berupa skop, cangkul, keranjang pasir, dan lain-lain. Dan tim juga membawa perlengkapan medis untuk pertolongan pertama terhadap warga,” pungkasnya.

Lanjut Rachmad, kami telah bergabung dengan para tim relawan lain yang tergabung dari berbagai unsur, diantaranya ada Tim dari TNI/Polri, BPBD, Puskesmas, Nagari, Kecamatan, KSB-KSB, Orari, Pemadaman Kebakaran, Satpol-PP, dan beberapa tim relawan dari unsur masyarakat.

Baca Juga  98 Orang Lulus Seleksi Administrasi PTPS Panwaslu Kec. Canduang, Agam

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, saat ini korban banjir bandang dan lahar dingin yang melanda sejumlah wilayah di seputaran kaki Gunung Marapi, Sumatera Barat terus bertambah. Tercatat korban meninggal mencapai 27 orang, 18 orang korban luka-luka hingga pukul 15.00 Wib.

Menurut Juru Bicara BPBD Provinsi Sumatera Barat, Ilham Wahab, yang dilansir dari media detikcom pada Minggu (12/5) mengatakan
sudah ada korban meninggal yang berhasil ditemukan sebanyak 27 orang. Korban luka saat ini dirawat di rumah sakit terdekat.

Selaku Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kabid RR) BPBD Sumbar, Ilham menyebut, para korban luka sudah dirawat di Rumah Sakit Ahmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi dan RSUD Padang Panjang. (*)

Comment