HTT Bukittinggi Prihatin dan Peduli Korban Bencana Lahar Dingin Gunung Marapi

Peristiwa688 Views

Bukittinggi – Bencana Galodo atau lahar dingin Gunung Marapi yang menimpa sebagian besar warga Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar telah menyisakan pilu seluruh masyarakat Sumatera Barat dan Indonesia.

Untuk itu, Komunitas masyarakat keturunan Tionghoa di kota Bukittinggi yang dikenal Himpunan Tjinta Teman (HTT) Bukittinggi turut prihatin atas bencana yang menimpa warga Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar.

Menurut Koh Ajie, Perwakilan HTT Bukittinggi pada Selasa, (14/05) bahwa bencana yang menimpa saudara-saudara kita adalah bencana bagi kita juga. Maka, kami dari HTT Bukittinggi turut bela sungkawa dan turut prihatin atas kejadian bencana galodo atau lahar dingin Gunung Marapi ini.

Sejarahnya, HTT Bukittinggi berawal dari kedatangan orang-orang Tionghoa berabad silam di Tiku, kota pelabuhan di utara Padang, komunitas Tong atau Triad yang bercampur dengan budaya Minangkabau pun terbentuk. Triad justru menjadi motor komunitas Tionghoa lokal yang beranak pinak dan kini justru menjadi lembaga sosial.

Baca Juga  161 Orang Lulus Seleksi Administrasi PTPS Panwaslu Kec. Ampek Angkek, Agam

HTT berdiri sekitar tahun 1860-an, sementara Himpunan Tjinta Teman (HTT) dan Himpunan Bersatu Teguh (HBT) merupakan dua buah komunitas yang hidup lebih dari seabad di Padang.

Untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, lanjut Ajie, maka atas nama HTT Bukittinggi kami sepakat membantu dan menyerahkan bantuan melalui rekan-rekan kita yang di Kodim 0304/Agam untuk mendistribusikan.

“Adapun bantuan yang kami serahkan dalam bentuk beras, minyak goreng, gula, telur, mie instan yang mudah mudahan bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita, semoga berkah,” kata Ajie.

“Karena rekan-rekan dari TNI yang lebih paham dimana lokasi warga yang terdampak dan yang membutuhkan maka kita meminta bantuannya untuk mendistribusikan bantuan tersebut,” tutup Koh Ajie. (*)

Comment